film pendek

Film Pendek Fiksi @ItsDekRaaa

Film Pendek  @ItsDekRaaa bercerita tentang dekelompok remaja perempuan di pedesaan yang kehilangan salah satu teman mereka saat membuat video Tiktok.

Film Pendek dan Proses Kolaborasi

Saya Bertemu dengan sekelompok remaja desa Tukadaya saat workshop pengenalan media audio visual, bercerita dengan kamera HP. Mereka sangat terbuka, penuh energi dan menggelitik hati untuk berproses lebih jauh lagi dengan mereka. Salah satu cerita yang berhasil ditulis menjadi 14 halaman skenario, berkaitan dengan kegiatan sehari-hari para remaja itu di rumah masing-masing; seperti mencari kayu bakar, mengurus sapi dan babi; dan hal lainnya adalah mereka menyukai sosial media, khususnya tiktok.

Setelah mempresentasikan cerita dan skenario kepada teman dan pihak-pihak yang memiliki talian dengan dukungan proses kreatif film di Indonesia, akhirnya skenario yang bercerita tentang empat orang remaja putri (anak desa) yang tertarik untuk eksis di media sosial memasuki tahapan menuju produksi. Proses reading dan penataan koreografi dilakukan di Sanggar Bali Tersenyum desa Tukadaya yang dibimbing oleh Wayan Udiana dan Aristadewi, dan secara paralel sebagian proses kreatif dilakukan di Denpasar oleh tim kreatif komunitas film yang berasal dari berbagai kabupaten di Bali. Proses menuju tahap produksi ini menjadi sangat penting, mengingat film ini menjadi pengalaman pertama bagi para remaja yang terpilih sebagai pemain. Semoga proses kreatif ini dapat menjadi jembatan rintisan bagi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di pedesaan, yang jauh dari hingar-bingar pusat industri pariwisata Bali.

Perjalanan Spiritual Menuju Festival

Film pendek kami yang berjudul @ItsDekRaaa ini mengetuk pintu puluhan festival film di berbagai tempat dimuka bumi ini. Perjalanan film ini adalah perjalanan spiritual – spirit aktualisasi diri. Sebuah perjalanan dari usaha mengenali, menggali impian-impian yang lebih sering mati karena ketakutan untuk bermimpi, ketakutan akan kegagalan. Film ini adalah sebuah celetukan liar pemantik obrolan untuk menanggapi situasi ketika cita-cita dianggap jauh panggang dari api, ketika dianggap gagal bahkan saat baru diucapkan.

@ItsDekRaaa bercerita tentang Dek’Ra, perempuan desa berusia 13 tahun yang ingin terkenal melalui Tiktok khawatir group tiktoknya akan bubar. Dia dituntut berkompromi agar tidak kehilangan impiannya. Dalam f ilm pendek @ItsDekRaaa, kami merekam fenomena penggunaan sosial media pada remaja yang sangat kuat terpapar penggunaan gadget ketika pandemi Covid-19, yang memaksa mereka belajar online menggunakan gadget dan internet. Kekuatan media audio visual dan berbagai fitur sosial media memberikan ruang kreatifitas baru, budaya baru, gaya hidup baru, dan berbagai kebaruan yang jauh meninggalkan generasi sebelumnya. Perubahan selalu menjadi pisau bermata dua yang bisa meningkatkan kualitas kehidupan sekaligus memiliki daya rusak yang sama kuatnya. Dalam film ini, saya merekam dengan sederhana dan spesifik imajinasi, ekspresi dan kemauan remaja belasan tahun di pedesaan dalam memenuhi minat mereka dalam memanfaatkan media sosial.

Tinggalkan Balasan